Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online

Mendapatkan uang atau insentif dari BPJS? Begini cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan online yang dapat Anda lakukan dengan beberapa langkah.

Di kondisi pandemi Covid-19, BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan menyediakan dua cara untuk melakukan klaim JHT atau Jaminan Hari Tua.

Program JHT ini bisa Anda lakukan tanpa harus datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan yang ada di daerah Anda. Semua proses dapat Anda lakukan secara online.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Direktur Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BP Jamsostek yaitu Irvansyah Utoh Baja.

Klaim BPJS Ketenagakerjaan untuk program JHT bisa Anda ajukan dengan melalui Lapak Aik BPJS Ketenagakerjaan yang sebenarnya merupakan kepanjangan dari Layanan Tanpa Kontak Fisik.

Prosedur ini merupakan cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan online dengan memanfaatkan jaringan internet sehingga para pengguna layanan ini tidak perlu datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Perlu anda perhatikan bahwa untuk bisa mencairkan 100% dana dari JHT ini, terdapat syarat utama yang wajib dipenuhi.

Syarat utama tersebut adalah pegawai tersebut sudah tidak bekerja di perusahaan baik karena di PHK maupun resign atau berhenti karena keputusannya sendiri.

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online

Dokumen Untuk Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online 

Untuk tahap pertama melakukan klaim terhadap JHT BPJS Ketenagakerjaan, ada beberapa dokumen yang perlu Anda siapkan antara lain:

  • Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan atau kartu peserta yang didownload dari aplikasi BPJSKTU
  • KTP (Kartu Tanda Penduduk) asli maupun foto copy
  • KK (Kartu Keluarga) asli maupun foto copy
  • Surat keterangan yang menerangkan bahwa yang bersangkutan telah berhenti bekerja di perusahaan maupun surat penetapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industri
  • Formulir klaim Jaminan Hari Tua yang sebelumnya telah diisi dan ditandatangani
  • Foto peserta
  • Buku tabungan dengan atas nama peserta JHT sendiri

Tahap Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Mengurus Nomor Antrian

Untuk mengurangi kerumunan dan kontak fisik, BP Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan telah menerapkan sebuah sistem antrean online.

Antrean ini diterapkan oleh peserta yang ingin melakukan pencairan dana secara digital maupun mereka yang memang harus datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara untuk mendapatkan nomor antrian tersebut, ada du acara yang bisa dilakukan.

Pertama, peserta bisa mengunjungi website antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id maupun bisa melalui aplikasi bernama BPJSTKU yang bisa diunduh melalui Play Store.

Nanti peserta akan diminta untuk mengupload sekitar tujuh dokumen agar bisa mencairkan dana JHT.

Kemudian akan ditentukan dua cara, apakah peserta bisa melakukan pencairan secara online atau harus datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Beberapa dokumen yang harus disiapkan seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya.

Pencairan Online

Untuk bisa mengurus pencairan JHT, maka peserta harus terlebih dahulu mendaftar antrean melalui website maupun aplikasi yang sebelumnya telah kami jelaskan.

Ketika data yang diisi telah sesuai, peserta akan diminta mengirimkan email ke alamat yang telah ditentukan.

Di dalam badan email tersebut yang dibutuhkan adalah scan kartu BPJS Ketenagakerjaan atau Jamsostek.

Selain itu, peserta juga bisa melampirkan kartu digital yang didownload melalui aplikasi BPJSKTU.

Peserta kemudian harus melampirkan Salinan KTP, KK, surat keterangan berhenti kerja, salinan Verklaring, foto, formulir permohonan pencairan yang sudah diisi dan ditandatangani, dan juga buku rekening yang masih aktif.

Semua dokumen yang telah diupload akan diverifikasi. Untuk hasilnya akan diumumkan melalui SMS, WhatsApp, telepon, maupun bisa juga melalui SMS.

Peserta akan mendapatkan dana pencairan tersebut langsung melalui rekening sesuai tanggal yang telah diinformasikan oleh petugas.

Bagaimana Jika Gagal Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online?

Lalu bagaimana jika ternyata peserta gagal mengupload dokumen melalui email? Solusinya adalah peserta harus datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Perlu diperhatikan bahwa jadwal peserta datang ke kantor tersebut harus sesuai dengan antrean yang dilakukan secara online.

Petugas akan mengecek suhu tubuh. Jika di suhu tubuhnya di bawah 37,5 derajat, maka peserta diperbolehkan masuk ke kantor dan menunggu petugas memanggil sesuai antrean yang didapatkan.

Berikutnya, petugas akan melakukan verifikasi terhadap kelengkapan dokumen yang Anda bawa.

Di sini Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen seperti:

  • Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan atau kartu peserta yang didownload dari aplikasi BPJSKTU
  • Salinan KTP
  • Salinan KK
  • Salinan Verklaring
  • Surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan
  • Foto peserta
  • Rekening yang masih aktif

Setelah dokumen sudah lengkap, peserta harus memasukkannya ke dalam amplop lalu memasukkan amplop tersebut ke dropbox yang telah disediakan.

Nanti peserta akan memperoleh pemberitahuan secara online melalui SMS, email, telepon, dan WhatsApp terkait status klaim JHT yang diajukan.

Nanti peserta akan memperoleh dana yang ditransfer langsung ke rekening dilampirkan sesuai tanggal dan waktu yang telah ditentukan oleh petugas.

Demikian penjelasan mengenai bagaimana cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan online. Semoga bermanfaat.

You May Also Like

About the Author: dalegna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *